Aku selalu berusaha jadi temen yg baik buat temen-temen aku. Meski memang semampuku. Mungkin aku bukan orang yang hangat, cenderung cuek bahkan. Tapi, aku ga pernah mengabaikan temanku. Aku berusaha selalu menerima mereka dan tidak pernah terbesit untuk jadi jahat dan toxic.
Aku selalu berusaha berpikir positif dan menjadi tempat yang aman dan buat mereka jadi diri sendiri. Tapi, di tahun 2024 ini rasanya cobaan bertubi-tubi datang dalam relasi pertemanan.
Friendship breakup. Feeling excluded. Terang-terangan dibohongi. Sedih banget rasanya.
Mungkin aku lagi diuji kali ya? Atau mungkin aku lagi dibuka mata dan pikirannya kalo ga berharap apapun sama orang lain kali ya? Ternyata ga semua orang bisa dijadikan teman. Bahkan sekadar berperilaku baik aja susah.
Patah hati berkali-kali tahun ini gara-gara teman.
Semoga ini pertanda kalo tahun depan, ketemu sama teman hidup🙏 (wkwkk tetep)
Syaitan menakut-nakuti dengan perasaan kurang yang ujungnya ternyata adalah melakukan keburukan. Merasa kurang harta, korupsi. Merasa kurang dengan yang halal, maka mengambil yang haram.
Selain itu, waspadai juga sifat hasad; tidak ingin melihat orang lain bahagia bahkan ingin kebahagiaan itu hilang dari yang punya.
Maka kuncinya adalah ridho terhadap ketetapanNya, merasa cukup dengan nikmatNya, dan husnudzan dengan segala takdirNya
“Ya Allah cukupkan kami dengan yang halal agar kami terhindar dari yang haram. Dan berikanlah kami karuniaMu sehingga tidak perlu berharap, meminta kepada selainMu”
Nggak usah sok kuat. It’s okay to be fragile. Take your time. Ambil jeda untuk mengisi kekosongan yang ada sambil minta kekuatan sama Allah. Kalo bukan karena Allah dan bukan dari Allah, kamu nggak akan bisa ngasih, Han. Apa yang mau dikasih? Kan kosong. Kasih untuk diri kamu dulu ya. Its okay.
Han, jangan lupa kehidupan ini Allah yang atur. Kamu pasti punya keinginan untuk mengontrol seuatu kan? Pengen ngatur sesuatu biar berjalan sesuai dengan keinginan kamu kan? Aku tau kamu sekarang lagi babak belur. Itu karena kamu berharapnya gini dan terjadinya tidak sesuai harapan kan?
Han, Allah yang Maha membolak-balikan hati manusia. Allah yang Maha mengatur segalanya. Apa yang terjadi di hidup kamu kemaren, saat ini, dan yang akan datang itu udah Allah atur semuanya. Kalo kamu sekarang babak belur, ya emang lagi waktunya babak belur. Kalo yang terjadi kemaren kamu ngomong, ya artinya emang harus ngomong. Dan kedepannya ya hanya bisa diusahakan, sisanya bertawakal kepada Allah.
Percaya Han, Allah lebih tau takarannya.
Kamu babak belur karna kamu tu ga kenal sama Allah. Peran Allah yang mengatur segalanya. Ketimbang kamu stress, kenapa ga minta sama Allah? Ketimbang kamu gelisah, kenapa kamu ga berdoa sama Allah? Ketimbang kamu terombang-ambing, kenapa kamu ga minta sama Allah yang Maha Mengatur segalanya?
Dunia ini punya Allah. Hati manusia punya Allah. Semua bisa berubah dalam sekejap. Yang digenggam aja bisa pergi. Jadi, apa lagi? Yang bisa kamu lakuin adalah berpegangan sama Allah. Kenalan lebih jauh sama Allah. Cari muka sama Allah biar Allah mempertimbangkan kamu han. Bikin hati kamu jadi lebih tenang.
Yaudah kalo lagi babak belur sekarang gapapa. Rasain aja dulu. Tapi jangan lama-lama ya? Cukup ya? Kembali sama Allah, percaya sama Allah. Pegangan sama Allah. Bismillah..
-hasil refleksi setelah dengerin ceramah Ustdz. Muhammad Nuzul Dzikri-
Iya, ga ada yang salah kok. Luka kamu juga bukan salah kamu. Dan ketika luka kamu tersentuh, kamu berhak untuk membuat kamu untuk tidak terlalu lama merasa sakit. Kamu berhak teriak.
Itu yang kamu lakukan kemaren. Kamu menyampaikannya, kamu bilang. Dan kamu sudah benar melakukan itu. Kamu sudah tepat kok. Bagaimana respon orang, itu bukan sesuatu yang bisa kamu kontrol. Tapi kamu sekarang udah jauh lebih tenang kan? Udah lebih relax? Dan dia juga ga kemana-mana kan? Kamu hanya mengurangi intensitasnya aja kan?
Ya ya sudah. Allah ngizinin ini semua ya Han. Memang sih rasanya nggak nyaman. Tapi percayalah, ini terjadi pun artinya ada pesan yang ingin Allah sampaikan.
Aku nggak tau sebenernya aku gegabah apa enggak. Tapi yang aku tau, Allah izinin semua ini terjadi. Allah yang mengarahkan aku untuk ngomong gitu. Allah yang ngarahin aku buat ngelakuin itu.
Jadi, percaya sama Allah ya Han. Meski ga enak rasanya, tapi ini yang terbaik. Meski ada potensi kehilangan, tapi ini demi diri kamu sendiri.
Hari ini rasanya banyak banget baca berita tentang perceraian, terutama dari kalangan artis.
Rasanya kemaren ngeliat mereka bahagia-bahagia aja menjalani hidupnya. Mereka tampilkan di sosmed layaknya couple goals yang membuat netijen iri :”)) hhhh siapa yang menyangka kalau mereka memutuskan untuk mengakhirinya.
Satu hal yang aku sadari lagi adalah ternyata doa dan usaha itu ngga berenti hanya ketika doa kita sudah dikabulkan. Doa harus terus dipanjatkan dan usaha harus terus dilakukan demi mempertahankan apa yang sudah dicapai. Karena cobaan dan tantangan pasti akan menghampiri. Masalah pasti akan datang.
Tapi, Allah janji akan selalu bersama hambaNya karena Allah mencintai hambaNya. Pasti Allah tolong. Tidak ada kemudahan melainkan Allah yang kasih. Semua dalam genggaman Allah selagi masih di dunia.
Jadi jangan menyerah ya Han. InsyaAllah kamu kuat ya.
Makanya, jangan sedih ketika doamu belum dikabulkan oleh Allah. Allah tau apa yang terbaik buat kamu dan kapan waktu yang terbaik untuk diberikan ke kamu. Yang pasti Allah tau kapasitas kamu. Jadi, percaya ya sama Allah? Oke?
Edgar Hamas | @edgarhamas | t.me/tulisanedgar | edgarhamas.tumblr.com
Rahasia terbesar hidup ini sebenarnya tersimpan di tempat dan sesuatu yang tidak pernah kita anggap. Kita kira ia bersemayam di palung samudra, atau di ufuk langit, atau di curamnya jurang, atau di puncak gunung bersalju. Dan tempat-tempat misterius lainnya.
Padahal rahasia terbesar kehidupan, yang bisa mengubah cara pandang kita, sebenarnya ada di dekat kita. Tapi karena terlalu sering kita berjumpa dengannya, kita menganggapnya hal yang biasa-biasa saja. Kita tak tahu nilai sejatinya karena kita sangat terbiasa melihatnya.
Rahasia terbesar itu ada pada ayah dan ibu kita; doa-doa mereka yang selama ini memudahkan perjalanan cita dan asamu. Ada pada guru-guru kita; yang mengajar dengan ikhlas, dan keikhlasan itulah energi terbesar yang membuatmu secerdas sekarang.
Rahasia besar itu ada pada siang dan malam yang kamu jalani. Kamu menganggapnya sebagai rutinitas belaka, padahal siang dan malam adalah tanda yang sangat jelas betapa sayangnya Allah padamu. Andai bumi siang terus, kamu gila. Andai malam terus, kamu akan meronta-ronta.
Rahasia besar itu ada pada shalatmu. Yang kamu anggap rutinan harian dan penggugur kewajiban. Padahal dia menjadi “mi'raj” sang hamba pada Penciptanya, tanpa birokrasi berkelit, tanpa sekat dan gratis pula. Kamu anggap tidur adalah istirahat, padahal Rasul menganggap shalat sebagai istirahatnya hamba dari penatnya dunia.
Rahasia itu ada pada tanah yang kamu pijak tiap hari. Ia bisa saja mendengkur sampai telinga manusia pecah mendengarnya. Ia bisa saja bergoyang karena punggungnya gatal diinjak pendosa. Tapi ia taat pada Allah, tunduk pada aturan dan keteraturan-Nya.
Rahasia itu ada pada dirimu; dari tiada menjadi ada. Dari lemah menjadi kuat. Dari tak tahu cara bicara sampai akhirnya pandai beretorika. Darahmu yang mengalir, jantungmu yang berdetak. Itulah adalah ayat, bagi orang-orang yang benar-benar beriman.
Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa. (QS Yunus 6)
Al Alusi dalam Kitab Rûh Al Ma'âny menafsirkan,
وخصصهم سبحانه بالذكر؛ لأن التقوى هي الداعية للنظر والتدبر.
Allah mengkhususkan dengan penyebutan orang bertakwa; karena takwa adalah pemantik untuk melihat alam semesta dan mentadabburinya (Al Alusi 11/97)
Seorang dosen di Al Azhar, saat beliau membahas kisah Nabi Musa mentadabburi, “perencanaan Allah itu paling sempurna. Musa yang sedang ada di masa terlemahnya ditaruh di aliran air dan ia selamat. Sementara Fir'aun yang sedang di masa terkuatnya, ia malah mati ‘hanya’ karena air.”
“Ketika Allah mengilhamkan Ibunda Musa untuk menaruh anaknya di aliran Nil, Allah sudah siapkan skenario terbaik. Justru karena takdir itu rahasia, maka ia menjadi indah. Awalnya terasa berat bagi Ibu Musa menghanyutkan anaknya sendiri. Tapi justru Allah beri 2 kabar gembira, "sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya salah seorang rasul.” (QS Al Qashash 7)
Apa-apa yang saat ini menurut kamu adalah beban, cobaan, musibah, sangat mungkin adalah cara Allah menghadirkan pintu jalan keluar terbaik buatmu."Sometimes the same hardship you wish would be removed is the very thing that is curing, protecting and saving you”, kata Yasmin Mogaheed.
Seorang guru pernah menasihati, “andaikan setiap hamba diberikan kesempatan untuk mengatur sendiri takdirnya; memilih sendiri kapan waktu untuk bahagia dan kapan waktu untuk kena ujian, maka mereka semua pasti akan mengembalikan kesempatan itu.” Sebab pengaturan Allah adalah paling baik. Sebab hidup jadi kering jika kita tahu akan terjadi apa. Justru malah jadi gersang. Karena tak ada harapan, tak ada ikhtiar.
Indahnya takdir Justru karena rahasia. Kita jadi banyak berbaik sangka dan berharap kepada Allah. Setiap kesulitan pasti diiringi dua kemudahan (Al Insyirah 5-6) dan hidup ini akan penuh warna, sebab kita mengenal optimisme, kita mengenal ikhtiar, kita mengenal tawakal. Dan itu semuanya adalah serunya kehidupan.
Ternyata unik ya, hidup ini akan indah jika kita tak bisa menebak apa yang akan terjadi di masa depan. Jalani saja, banyak rahasia dan kejutan sepanjang nadi masih berdenyut :)